|
Wednesday, 31 March 2010 18:28 |
Kue cantik yang nampak lezat ini tak bisa dimakan, tapi tetap bisa dimanfaatkan. Ikuti kisah sukses Julie Lau dengan usaha Towel Cake-nya. Mungkin dapat menginspirasi Anda melakukan hal serupa.
‘Kue’ yang terbuat dari handuk, bagaimana asal mula ceritanya? Awalnya saya bergerak di bidang Wedding Organizer. Tahun lalu adik menikah dan minta dibuatkan cinderamata yang bisa digunakan semua umur. Kebetulan saya dapat oleh-oleh dari luar negeri handuk yang dilipat lucu. Adik saya tertarik. Saya pun membuat model es krim. Ternyata tamu-tamu yang menghadiri pesta banyak yang tertarik memesan. Ya sudah dibisniskan saja sekalian.
Modalnya besar dong, mengingat Anda buka toko sendiri? Kebetulan toko ini milik saudara. Modal saya di bawah sepuluh juta untuk rak, etalase, dan bahan handuk.
Melipat handuk sama seperti origami? Mirip, tapi lebih simple. Tantangannya adalah mengombinasikan tebal tipisnya handuk untuk setiap model ‘kue’.
Agar lipatan tidak bergeser Anda menggunakan lem atau jarum? Doubletape, sebab lebih mudah dibuka dan handuknya bisa langsung dipakai.
Kisaran harga produk Anda? Untuk pesanan minimal 500 buah, paling murah 4.800 rupiah per buah. Paling mahal model kue pengantin, harganya sembilan juta. Tapi kue pengantin ini bisa disewa.
Sembilan juta? Wow, apa yang membuatnya sangat mahal? Jenis handuknya. Saya ingin handuk yang bisa dipakai. Tekstur handuk yang menyerupai kue memang tidak murah. Untuk wedding cake, perlu handuk 75 buah yang harga tiap lembarnya antara 99-149 ribu rupiah.
Bagaimana menghadapi persaingan dengan usaha sejenis? Usaha ini sangat mudah ditiru. Apalagi lokasi toko di pusat grosir yang ramai. Banyak kompetitor yang menawarkan harga lebih murah. Tapi tentu harga mengikuti kualitas. Saya bertahan dengan harga yang sudah saya perhitungkan karena menggunakan bahan berkualitas tinggi. Saya terbuka pada persaingan. Buktinya, saya membuka kursus di toko saya untuk mereka yang ingin membuka bisnis sejenis.
Kiat Anda menjaga agar produk tetap inovatif? Selalu jalan-jalan ke toko kue untuk melihat tren hiasan kue terbaru.
Bisnis souvenir memerlukan produksi massal, bagaimana mengantisipasi pesanan yang membludak? Kami memproduksi setiap hari. Untuk produksi tetap, saya dibantu oleh lima pegawai. Satu hari bisa menghasilkan 300-500 buah. Namun untuk model tertentu kami memiliki stok hingga sangat membantu jika ada pesanan mendadak.
Nama: Julie Law Alamat: Mangga Dua Square Lt. 1 Blok B 88-89, Jl. Gunung Sahari - Jakarta Utara www.rumahkreasi.com
|