|
Dalam keluarga, ada pertalian darah yang mengeratkan hubungan. Namun seringkali karena berbagai faktor, pihak yang semestinya menjadi orang terdekat justru jauh dari kata akrab. Mengapa demikian? Tak kenal maka tak sayang, pepatah tersebut benar adanya. Namun bagaimana akan mengenal jika ketemu saja jarang. Zaman yang berkembang menjadikan nilai-nilai pun bergeser. Kini tidak sedikit keluarga yang berpencar, tinggal ber- jauhan, berbeda kota bahkan negara. Jarak fisik yang jauh cenderung merenggangkan pula ikatan emosional persaudaraan. Jika hal ini sudah terjadi pada Anda, sebelum kehilangan kontak lebih jauh, mengapa tidak melakukan reuni keluarga?
MENGAPA REUNI PENTING? Sejak menikah dan ikut bersama suaminya tinggal di Medan, Arini, 35, belum lagi pulang ke Jakarta semen- jak 8 tahun yang lalu. Tahun-tahun pertama, ia masih sering berhubungan lewat telepon atau email dengan sanak saudaranya di Jakarta, namun lama-kelamaan hubungan makin tidak intens dan akhirnya hanya berbasa-basi menelepon saat Hari Raya saja. Kini suaminya kembali dipindahtugaskan ke Jakarta, namun Arini justru mera- sa bingung karena kedua anaknya sulit diajak serta jika ada acara keluarga. Alasannya merasa tidak nyambung dengan kebiasaan keluarga besar.
Rasa canggung dan asing di tengah keluarga besar memang wajar dirasakan jika Anda jarang bertemu. Gawatnya jika hal ini dirasakan oleh seluruh anggota keluarga besar. Mengapa? Rasa tidak nyaman saat bertemu akan menimbulkan rasa malas menghadiri pertemuan. Jika dibiarkan berlarut-larut, lama kelamaan antarkeluarga akan kehilangan kontak. Padahal keluarga merupakan institusi pertama dan memiliki pengaruh paling kuat dalam perkembangan kehidupan sosial seseorang. Dalam keluarga nilai-nilai kehidupan ditanam- kan. Dalam keluarga pula ditemukan nilai toleran dan empati yang besar.
Dr. Ione Dugger Vargus, Ph.D, Professor Emeritus and Chair, Family Reunion Institute Temple University, Philadelphia mengungkapkan jika reuni keluarga memiliki banyak manfaat. Saat berkumpul bersama keluarga besar, tanpa disadari nilai-nilai luhur dalam keluarga akan terwariskan antargenerasi. Reuni pun dapat memperbaiki dan membantu mengembangkan kualitas komuni- kasi antaranggota keluarga. “Reuni akan menumbuhkan rasa saling memiliki bahkan mengembalikan nilai kekeluargaan yang hilang karena tergerus zaman,” ungkap Vargus.
Meski pertemuan keluarga tidak diniatkan untuk tujuan seserius itu dan hanya untuk bersenang-senang, Vargus yakin jika dengan sendirinya hal tersebut akan terjadi. “Bagaimana pun reuni keluarga akan membantu kita menguatkan hubungan dengan keluarga besar,” ujar Vargus.
Setidaknya ada dua manfaat utama melakukan reuni keluarga, yakni untuk menjaga silaturahmi serta me- ngenalkan warisan leluhur pada generasi selanjutnya.
|