Witri : terima kasih, Paket VS sudah saya terima hari jumat yang lalu. sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
budiana : to Witri: boleh kirim data lengkap ke saya? nama, pemenang edisi apa, transfer via bank tgl berapa? email saya di: «email»
Widya : Salam kenal...
ivana happy : Selamat Sore, salam kenal..
Witri : halo2.... mbak mau nanya nih, hadiah yang aku menangin kok masih belum aku terima ya. Aq dapet Valentine secret di GH Mei 2010. Dah transfer pajak juga. Aq harus konfirm kemana ya? Trims
pindi : salam kenal semua, new comer ni, have a nice day...
Arfiata Lubi : selamat pagi semua, salam kenal
heriyanti : hi... lam kenal. senang bisa gabung.
Only registered users are allowed to post
Feed Now
Fans Box
The Best Media Choice
Kanker Serviks : Ancaman Tiap Wanita
Wednesday, 31 March 2010 18:13
Setiap perempuan berisiko terkena kanker serviks, tanpa kecuali. Kanker ini dapat dicegah, bahkan disembuhkan apabila ditemukan pada stadium dini. Semakin sering diperbincangkan karena angka penderitanya sudah menempatkan penyakit ini pada urutan pertama pembunuh perempuan Indonesia, yakni berkisar 27%. Data dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) juga menyebutkan, setiap hari jumlah penderita kanker serviks bertambah 41 kasus baru, dan 20 di antaranya meninggal dunia.
Tingginya angka tersebut disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya penyakit ini. Padahal di banyak negara lain, jumlah kasusnya cenderung menurun karena para wanita di sana sudah lebih peduli.
Fakta Kanker Serviks Keterangan dari GlaxoSmithKline dan Jakarta Pap Smear Centre menyebutkan bahwa kanker serviks terjadi pada area leher rahim atau serviks. Makanya, disebut juga dengan kanker leher rahim. Sedangkan serviks merupakan lorong sempit yang menghubungkan vagina dengan rahim, tempat bakteri dan virus dihalangi supaya tidak masuk lebih dalam lagi ke organ reproduksi lainnya.
Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik adalah penyebab kanker seviks, yang juga diperkirakan sebagai penyebab 71% kasus kanker serviks di dunia. Sebagian tubuh wanita, bisa membersihkan virus HPV. Namun, pada wanita lainnya yang sudah terinfeksi, virus tersebut mungkin menetap dan kemudian berkembang menjadi kanker serviks. Oleh karena itu, sangat penting apabila Anda melakukan pencegahan dini untuk membantu melindungi masa depan Anda.
Cara HPV Berkembang
♦Ditularkan melalui kontak hubungan seksual. ♦Penggunaan barang -barang pribadi, seperti handuk atau celana dalam secara bersamaan. ♦Wanita muda usia belasan dan 20 tahun juga rentan terinfeksi virus HPV karena umumnya kurang peduli dengan kebersihan diri serta barang pribadi lainnya. Jika tubuhnya tidak mampu membersihkan virus tersebut, maka kanker serviks dapat berkembang di kemudian hari. ♦Setelah infeksi HPV pertama kali, tubuh tidak selalu dapat membentuk kekebalan, maka Anda tidak terlindungi dari infeksi berikutnya. Gejala Kanker Serviks Kebanyakan, infeksi awal HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan gejala sedikit pun, sehingga penderita masih dapat menjalani kegiatan sehari-hari. Apabila sudah mengalami progresivitas atau stadium lanjut, maka gejalagejala yang timbul antara lain:
→ Pendarahan setelah senggama. Pendarahan spontan yang terjadi di antara periode menstruasi rutin. → Timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau. → Nyeri panggul, gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil. → Nyeri ketika berhubungan seksual.
Pencegahan Perlu diketahui bahwa HPV sangat resisten terhadap panas dan proses pengeringan. Maka dari itu cegah kuman masuk dengan tindakan:
Vaksinasi Telah direkomendasikan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dan HOGI (Himpunan Onkologi Genekologi Indonesia) untuk dapat mulai diberikan pada remaja putri usia 10 tahun.
“Kalau di negara-negara barat, pada umumnya pemberian vaksin ini sudah dimulai sejak usia sembilan tahun, dan ditanggung oleh negara. Di Indonesia, masih sangat mahal dengan kisaran harga mulai dari Rp 700 ribu untuk sekali vaksin. Sedangkan vaksin ini harus disuntikkan dalam tiga dosis secara bertahap yaitu pada bulan pertama, kedua, dan keenam. Negara belum sanggup menanggungnya,” jelas Ketua II Yayasan Kanker Indonesia, dr Melissa S Luwia dalam acara setahun peringatan Perempuan Peduli Kanker Serviks – Yayasan Kanker Indonesia (PKS-YKI) di Gedung Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, akhir Januari lalu.
Selain kurangnya pengetahuan dan kesadaran, masalah mahalnya biaya untuk vaksinasi juga menjadi kendala lain dalam menekan kenaikan angka penderita kanker serviks. Padahal, cara ini paling efektif. “Bagi yang sudah melakukan hubungan seks, memang tidak 100 persen efektif, tapi vaksinasi ini bisa mencegah virus HPV jenis lain ikut berkembang,” tambah Melissa.
PAP Smear Tes yang diperuntukkan bagi wanita yang sudah menikah atau aktif secara seksual ini merupakan sarana screening yang ideal untuk mendeteksi pertumbuhan sel kanker abnormal pada serviks. Disarankan agar tes PAP smear dilakukan secara rutin sebanyak dua kali dalam setahun dan dilakukan satu minggu setelah hari pertama masa menstruasi.
Pemeriksaan PAP smear atau disebut juga Sitologi Ginekologik, adalah untuk mempelajari bagian sel-sel yang akan dilepaskan dari sistem alat kandungan/kelamin wanita. Caranya mudah, yaitu dengan mengambil sedikit saja getah dari bagian leher rahim tanpa menimbulkan rasa nyeri, lalu diperiksa di Laboratorium Sitologi. Jika hasilnya positif, pasien akan direkomendasikan untuk melakukan beberapa tes berikutnya agar dilakukan tindakan lebih jauh.
Melakukan tes PAP smear secara teratur dapat membantu melindungi diri Anda dari risiko berkembangnya sel kanker serviks. Begitu juga dengan mempelajari fakta mengenai dari mana dan bagaimana tipe sel kanker itu terbentuk, sehingga Anda akan lebih peduli terhadap bahayanya. Harga PAP smear di beberapa tempat: ♣ Rp 40.000 + Rp 10.000 biaya administrasi di YKI, Jalan Sam Ratulangi No. 35, Menteng, Jakarta Pusat, Telp. (021) 315 2606. ♣ Rp 300.000-an sudah termasuk konsultasi dokter di RS St. Carolus, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Telp. (021) 316 2933
PAP Net atau Thin Prep PAP Test
Tekniknya sama saja yaitu PAP smear. Seiring perkembangan teknologi, ditemukan PAP Net yang lebih akurat. Sampel dari penderita dikirim dan ‘dibaca’ di Australia. Lalu teknologi ini berkembang lagi menjadi Thin Prep Pap Test yang lebih mudah pengolahan hasil karena kami sudah mempunyai mesinnya. Bisa dibilang, Thin Prep yang tercanggih saat ini,” jelas dr Maria Laurensia Linawati, Manajer Operasional Jakarta Pap Smear Centre. Konon, Thin Prep Pap Test dapat meningkatkan ketelitian dan ketepatan diagnosis dalam mendeteksi sel prakanker dan sel kanker rahim, sehingga dapat menghindari hasil negatif palsu yang sering terjadi pada hasil pemeriksaan PAP smear konvensional.
“Keakuratannya lebih bagus, karena getah leher rahim yang diambil menggunakan cytobrush langsung dicelupkan atau direndam dalam botol kecil berisi cairan fiksasi atau pengawet. Dengan begitu, sel-sel yang terkumpul pada cytobrush dapat tertampung dan diperiksa seluruhnya,” tambah dr Lina. Di Jakarta Pap Smear Centre yang berada di Jalan Johar No 1 A, Menteng, Jakarta Pusat ini, Thin Prep Pap Test dapat dilakukan rutin sebanyak sekali dalam dua tahun, dan untuk sekali pemeriksaan dihargai Rp 450.000. “Semua dikerjakan oleh dokter wanita, agar pasien lebih nyaman.”
Untuk melakukan tes PAP Smear, Anda bisa mengunjungi dokter kandungan atau bagian kebidanana di rumah sakit besar yang ada di kota Anda. PAP Smear memang berbeda dengan PAP Net, namun apabila dilakukan secara teratur tentu saja dapat mencegah kanker serviks.
Only registered users can write comments!
Bad Hair Day, No Way!
Kondisi alam terbuka memaksa kita menghadapi sinar matahari langsung. Tentunya banyak kendala yang akan dihad...
Menu berbahan dasar spaghetti cocok dibawa dalam perjalanan liburan. Taburan keju dan siraman saus menghasilkan paduan rasa yang pasti disukai anak-an...
Pernah mengalami kesulitan melawan kebiasaan buruk? Entah berapa kali Anda berniat untuk mengubah diri, menghapus kebiasaan buruk, namun terhenti di t...
Kerja tak hanya di kantor saja. Memiliki area kerja di rumah tampaknya sudah menjadi kebutuhan. Tak hanya digunakan oleh Anda dan pasangan, tapi dapat...
ya?
thx..