Witri : terima kasih, Paket VS sudah saya terima hari jumat yang lalu. sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
budiana : to Witri: boleh kirim data lengkap ke saya? nama, pemenang edisi apa, transfer via bank tgl berapa? email saya di: «email»
Widya : Salam kenal...
ivana happy : Selamat Sore, salam kenal..
Witri : halo2.... mbak mau nanya nih, hadiah yang aku menangin kok masih belum aku terima ya. Aq dapet Valentine secret di GH Mei 2010. Dah transfer pajak juga. Aq harus konfirm kemana ya? Trims
pindi : salam kenal semua, new comer ni, have a nice day...
Arfiata Lubi : selamat pagi semua, salam kenal
heriyanti : hi... lam kenal. senang bisa gabung.
Only registered users are allowed to post
Feed Now
Fans Box
The Best Media Choice
5 Sebab Kebiasaan Buruk Sulit Hilang
Tuesday, 11 May 2010 18:09
Pernah mengalami kesulitan melawan kebiasaan buruk? Entah berapa kali Anda berniat untuk mengubah diri, menghapus kebiasaan buruk, namun terhenti di tengah jalan begitu saja. Entah itu dari kebiasaan merokok, boros belanja, hingga ngemil dan malas berolahraga. Niat yang tidak dibarengi usaha yang tepat akan menyulitkan tercapainya tujuan. Apa saja sih yang dapat menghambat usaha Anda? Dan bagaimana mengatasinya?
Kesalahan 1 : Berubah Untuk Orang Lain Seringkali demi cinta dan sayang terhadap seseorang Anda rela berubah. Namun tanpa motivasi diri yang kuat upaya untuk berubah akan sulit dilakukan. “Tendensi untuk ‘melayani’ atau ‘menyenangkan’ orang lain dapat membuat Anda lelah dan stres,” ujar Reza Gunawan pakar self healing. Akibatnya kecenderungan untuk berhenti di tengah jalan dapat terjadi.
Motivasi diri yang rendah tak hanya membuat perubahan tidak berlangsung lama, bahkan seringkali kembali ke titik nol karena diri sendiri tidak merasakan keuntungan dari perubahan tersebut. “Tunda sejenak upaya untuk menyenangkan orang lain, lihat dalam diri sendiri,” saran Reza. Lakukan sebaliknya, Anda dapat melibatkan orang tercinta sebagai faktor pendorong motivasi sementara motivasi utama tetap berasal dari dalam diri demi kebaikan diri sendiri. Misalnya melakukan sesuatu demi kesehatan atau meningkatkan kepercayaan diri.
Kesalahan 2 : Bercermin di Kesalahan Orang Lain Keberhasilan yang diraih seseorang dalam waktu singkat belum tentu dapat terjadi sama persis terhadap Anda. Setiap orang memiliki pengalaman uniknya sendiri. Termasuk berada di lingkungan dengan tekanan dan hambatan yang berbeda. Tidak berhasil berhenti merokok total dalam tiga bulan seperti sahabat Anda, bukan berarti Anda gagal dan menganggap diri tak akan pernah bisa lepas dari rokok selamanya. Menyerah dan kembali ke kebiasaan buruk hanya akan semakin menyulitkan Anda melepaskan diri.
Proses yang lamban, namun menunjukkan kemajuan, lebih baik dari proses instan yang berhasil hanya untuk sementara. Jangan khawatir, selama proses berlangsung, sebenarnya Anda sedang menanam kebiasaan baru secara perlahan tanpa disadari. Semakin dalam proses berlangsung, semakin dalam kebiasaan baru tersebut tertanam di benak Anda. Sedikit demi sedikit, kebiasaan lama pun hilang. Nikmati proses dengan cara Anda sendiri, jangan terpaku dengan role model Anda.
Kesalahan 3 : Tidak Memberi Reward Tengok yang Anda lakukan pada si kecil saat berhasil meraih prestasi. Apa yang ia terima? Hadiah kecil dari Anda berupa mainan baru, es krim, atau jalan-jalan ke mal, kan? Hasilnya, ia tertarik meningkatkan prestasinya lagi dan lagi. Hanya karena Anda telah dewasa, bukan berarti Anda tidak pantas mendapat hadiah untuk perilaku positif yang Anda upayakan.
Beri hadiah kecil untuk diri sendiri saat berhasil meraih kemajuan. Hadiah menjadikan proses berat untuk menghilangkan kebiasaan buruk menjadi lebih menyenangkan. Ada bonus lain yang memacu Anda untuk keras berusaha. Misalnya saat Anda berhasil mengurangi konsumsi junkfood selama sebulan, Anda berhak mendapatkan sepatu atau tas baru. Akan tetapi jangan sampai hadiah ini menjadi kebiasaan buruk yang baru, hingga Anda tergantung padanya.
“Kurangi reward perlahan ketika proses semakin berjalan menuju terbentuknya kebiasaan baru yang baik,” saran Inawaty Teddy, seorang family speaker. Anda dapat mengurangi reward dari segi nilai harga maupun frekuensinya dari waktu ke waktu. Seiring hilangnya reward, hilang pula kebiasaan buruk Anda.
Kesalahan 4 : Menghabiskan Waktu Dengan Cara Yang Sama Menghapus kebiasaan buruk tidak hanya menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan, tetapi juga menuntut perubahan perilaku yang mendorong kebiasaan itu terjadi.
Jika Anda ingin mengerem perilaku boros, mau tidak mau Anda harus mengurangi hobi jalan-jalan ke mal. Pun demikian halnya jika Anda berniat berhenti mengemil. Akan sulit dilakukan jika Anda tetap melewatkan waktu dengan menonton televisi berjam-jam, pergi ke bioskop, atau berkumpul bersama rekan dan berbincang hingga lupa waktu. Hindari aktivitas yang mengundang kembalinya kebiasaan yang ingin Anda hilangkan. Menonton film dan berkumpul bersama teman memicu Anda mengudap kembali. Sebaliknya perbanyaklah aktivitas yang tidak mengundang kebiasaan buruk terpelihara, misalnya pergi ke salon atau berolahraga bersama. Upaya penghindaran ini penting di minggu-minggu pertama program perbaikan Anda. Kesalahan 5 : Tidak Ada Pengganti Menghentikan kebiasaan buruk, artinya menghapus salah satu bagian dari pola hidup Anda. Jika Anda memotong begitu saja kebiasaan tersebut, ada kekosongan yang terjadi dalam keseharian Anda. Seakan-akan ada puzzle yang hilang dalam kehidupan Anda. Akibatnya timbul ketidaknyamanan yang jika tidak diatasi akan mendorong Anda untuk kembali ke kebiasaan lama.
Mungkin saja ada sedikit manfaat di balik kebiasaan buruk yang selama ini dilakukan. Maka, yang harus Anda lakukan adalah meninggalkan kebiasaan buruk tanpa menghilangkan manfaat yang Anda peroleh darinya. Upayakan Anda tetap memperoleh manfaat tersebut dari kebiasaan baru yang lebih baik. Misalnya saja alih-alih meneruskan kebiasaan minum kopi yang membantu Anda tetap segar hingga larut untuk lembur, Anda dapat menggantinya dengan mengonsumsi multivitamin atau minuman madu jahe yang membantu menjaga stamina tubuh dengan cara yang lebih menyehatkan.
Comments (0)
Only registered users can write comments!
Bad Hair Day, No Way!
Kondisi alam terbuka memaksa kita menghadapi sinar matahari langsung. Tentunya banyak kendala yang akan dihad...
Menu berbahan dasar spaghetti cocok dibawa dalam perjalanan liburan. Taburan keju dan siraman saus menghasilkan paduan rasa yang pasti disukai anak-an...
Pernah mengalami kesulitan melawan kebiasaan buruk? Entah berapa kali Anda berniat untuk mengubah diri, menghapus kebiasaan buruk, namun terhenti di t...
Kerja tak hanya di kantor saja. Memiliki area kerja di rumah tampaknya sudah menjadi kebutuhan. Tak hanya digunakan oleh Anda dan pasangan, tapi dapat...