Witri : terima kasih, Paket VS sudah saya terima hari jumat yang lalu. sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya.
budiana : to Witri: boleh kirim data lengkap ke saya? nama, pemenang edisi apa, transfer via bank tgl berapa? email saya di: «email»
Widya : Salam kenal...
ivana happy : Selamat Sore, salam kenal..
Witri : halo2.... mbak mau nanya nih, hadiah yang aku menangin kok masih belum aku terima ya. Aq dapet Valentine secret di GH Mei 2010. Dah transfer pajak juga. Aq harus konfirm kemana ya? Trims
pindi : salam kenal semua, new comer ni, have a nice day...
Arfiata Lubi : selamat pagi semua, salam kenal
heriyanti : hi... lam kenal. senang bisa gabung.
Only registered users are allowed to post
Feed Now
Fans Box
The Best Media Choice
2010: Tahun Baru = Karier Baru?
Friday, 15 January 2010 15:15
Karier mandeg, penghasilan stagnan. Hanya itukah yang patut dijadikan alasan untuk pindah kerja? Pertimbangkan dengan matang, jangan sampai Anda salah melangkah.
Dengan jumlah pengangguran terdidik, yang kian bertambah dari tahun ke tahun, memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tidaklah mudah. Persaingan semakin ketat, fresh graduate pun kini memiliki kesempatan sama untuk bersaing dengan para seniornya, termasuk Anda. Jika pekerjaan sekarang tidak lagi memberikan timbal balik yang memuaskan, pindah kerja memang dapat dipertimbangkan. Tapi tunggu dulu, sebelum menyesal tergesa melangkah, ulasan berikut semoga membantu Anda mengambil keputusan tepat.
Andin Andiyasari, konsultan karierdari www.konsultankarir.com, menyarankan sebelum Anda memutuskan pindah kerja, sebaiknya Anda membedakan antara kebosanan dengan kebutuhan untuk pindah. “Jika Anda masih memiliki rasa tertantang akan pekerjaan, artinya belum saatnya pindah kerja,” jelas Andin.
Kebosanan yang tidak menghilangkan minat akan substansi pekerjaan cukup diatasi dengan cuti panjang atau menyibukkan diri dengan hobi, hingga Anda merasa segar dan kembali bersemangat. Sebaliknya jika Anda merasa kehilangan minat, tidak lagi tertantang, tidak tumbuh dan berkembang di posisi Anda sekarang, bisa jadi inilah saat tepat berburu pekerjaan baru bahkan profesi baru.
Bukan sekadar penghasilan lebih Tertarik akan penghasilan yang lebih besar, Dini, 30, menerima tawaran menjadi supervisor di sebuah perusahaan makanan ringan terkemuka. Selang tiga bulan berjalan, ia merasa makin tidak cocok dengan pekerjaan barunya. Aturan yang kaku, lokasi kantor yang jauh, hingga pekerjaan yang membuatnya harus lembur hampir setiap malam, menjadi ganjalan.
“Pekerjaan sebelumnya di perusahaan entertainment, meski gajinya lebih kecil dan posisi saya hanya staf, tapi saya lebih bahagia,” sesalnya.
“Pindah kerja, meski mendapat posisi yang lebih tinggi, tetap saja berarti Anda memulai segalanya dari awal. Anda kembali menyesuaikan diri dengan pekerjaan, tanggung jawab, dan lingkungan baru. Andin mengingatkan agar sebelum menerima tawaran pindah kerja, Anda mempertimbangkan banyak hal.
“Pertama, sebagai pekerja Anda menghabiskan waktu setidaknya delapan jam sehari. Apakah sepertiga waktu Anda setiap harinya akan terpuaskan dengan pilihan Anda? Kedua,apa tujuan Anda bekerja? “Tertarik iming-iming gaji besar umumnya adalah alasan utama sebagian besar orang hengkang ke kantor baru. Tapi motivasi bekerja kan banyak, ada yang ingin membangun relasi, melakukan aktualisasi diri, dan sebagainya,” jelas Andin. “Yang terpenting kan bagaimana menikmati dan terpuaskan oleh pekerjaan. Dengan terpuaskan, secara otomatis Anda akan berdedikasi, karier dan penghasilan pun akan meningkat dengan sendirinya.”
Hal yang sering melenakan adalah tawaran pekerjaan baru dari perusahaan bonafid. “Hal-hal yang tidak mengenakkan dapat terjadi di perusahaan paling terkenal sekali pun.
Perusahaannya mungkin lebih bagus, tapi pekerjaannya sendiri belum tentu,” ingat Andin. Meski posisinya sama, misalnya sama-sama sekretaris, namun di perusahaan berbeda dapat berarti cakupan tanggung jawab yang lebih luas bahkan lebih rumit.
“Orang yang paling tidak berbahagia adalah mereka yang menghampiri pekerjaan yang mereka benci karena membutuhkan uangnya,” ungkap Mark Sanborn penulis The Fred Factor Rahasia Karier Sukses Hidup Bahagia. ”Mengapa tidak pergi ke pekerjaan yang Anda cintai sekaligus Anda butuhkan uangnya?” ujar Sanborn.
Pindah kerja atau alih profesi? Dwianti, 32, bekerja sebagai sekretaris selama bertahun-tahun. Karena sering terlibat dalam event perusahaan ia tertarik dengan tawaran pekerjaan menjadi staf event promotion di perusahaan lain. “Pekerjaan itu sepertinya menantang jiwa kreativitas saya yang lama terpendam, namun saya takut tidak berhasil,” ujarnya.
Alih profesi artinya ada perubahan jalur karier. “Biasanya ada sesuatu di profesi lama yang tidak dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi dalam dirinya,” ujar Andin. Alih profesi membutuhkan pertimbangan yang mendalam. Selain umumnya harus memulai karierdari nol, untuk beberapa profesi tertentu, usia menjadi masalah. “Kadang perusahaan sulit menerima pegawai baru yang usianya di atas standar mereka,” kata Andien. Namun, jangan menyerah. “Sekarang tinggal bagaimana cara Anda mencari peluang dan berupaya mengembangkan diri untuk mencapai yang Anda inginkan,” tambah Andin. Temukan pengalaman di pekerjaan lama yang akan memberikan nilai tambah untuk profesi baru Anda dan segeralah menambah keterampilan yang belum Anda miliki untuk memasarkan diri dengan lebih maksimal.
Jika tidak berani pindah? “Keinginan mendapat pekerjaan yang sesuai harus dimulai dengan keberanian mengambil risiko,” ujar Andin. Anda dapat meminimalisasi risiko. Misalnya jika ingin wirausaha, jalani dulu sebagai pekerjaan sampingan tanpa melepaskan pekerjaan utama. Ini memberi Anda kesempatan mengasah kemampuan bisnis sebelum benarbenar terjun ke dalamnya.
Jangan sampai Anda mematikan mimpi sebelum mencobanya. Bekerja tanpa panggilan hati akan sulit mencapai sukses karier. “Misalnya seorang akuntan yang ingin menjadi penulis tapi tidak berani memulai, alhasil ia hanya menjadi akuntan yang biasabiasa saja, sementara jadi penulis pun tidak kesampaian. Siapa yang rugi kalau begitu?” ungkap Andin. Mungkin bisa dipertimbangkan pendapat Mark Sanborn, ”Meski tidak semua perubahan itu baik, tetap menjadi sama dari waktu ke waktu juga tidak baik. Jika Anda ingin tumbuh dan berkembang, yang perlu dilakukan hanyalah merengkuh peluang untuk memperbarui diri Anda.”
Comments (0)
Only registered users can write comments!
Bad Hair Day, No Way!
Kondisi alam terbuka memaksa kita menghadapi sinar matahari langsung. Tentunya banyak kendala yang akan dihad...
Menu berbahan dasar spaghetti cocok dibawa dalam perjalanan liburan. Taburan keju dan siraman saus menghasilkan paduan rasa yang pasti disukai anak-an...
Pernah mengalami kesulitan melawan kebiasaan buruk? Entah berapa kali Anda berniat untuk mengubah diri, menghapus kebiasaan buruk, namun terhenti di t...
Kerja tak hanya di kantor saja. Memiliki area kerja di rumah tampaknya sudah menjadi kebutuhan. Tak hanya digunakan oleh Anda dan pasangan, tapi dapat...