|
Anda risau karena waktu merajut kasih tersita oleh upaya membesarkan buah hati dan tekanan memenuhi kebutuhan hidup?
Hari 1: Mengenal Kembali
Waktu merambat mengikis gairah membara yang pernah ada di antara Anda dan pasangan. Sebelum terlanjur layu dan mati, segarkan kembali hubungan Anda dan rasakan kembali gairah layaknya cinta pertama. Caranya? Ada! Cukup satu langkah sehari, dalam seminggu Anda dan pasangan akan kembali merasa seperti pacaran lagi layaknya semasa muda dahulu. Meski telah saling menerima apa adanya, bukan berarti Anda berdua tidak berhak membuat pasangan Anda sedikit berubah menjadi lebih baik. Ajaklah pasangan untuk secara jujur menuliskan kekecewaan dan harapan yang dirasakannya terhadap Anda.
Begitu pula sebaliknya, tulis hal-hal yang selama ini Anda inginkan darinya dan perilaku yang seringkali membuat Anda kesal padanya. Apa pun dapat Anda tuliskan, misalnya kebiasaan pasangan melempar cucian yang selama ini mengganggu dan harapan Anda ia membantu pekerjaan rumah tangga lebih banyak. Sebaliknya Anda pun harus dapat menerima jika pasangan menuliskan kekecewaan akan kurang variatifnya masakan Anda dan berharap Anda tidak tenggelam menon ton sinetron sendirian atau terlalu asyik dengan si kecil dan mengabaikannya.
Introspeksi sekaligus resolusi se macam ini memandu Anda untuk tidak terlena dengan kenyamanan yang jika dibiarkan dapat bergeser menjadi sikap seenaknya. Setelah bertahun tahun bersama, hobi dan kesukaan pasangan dapat saja telah mengalami perubahan. Dengan melakukan intro speksi, Anda berdua didorong untuk kembali saling mengenal. Menuliskan resolusi menunjukkan komitmen untuk mencapai sesuatu dengan serius sekaligus memelihar hubungan bersama agar selalu mem baik dari hari ke hari. Memang perlu usaha dan pengorbanan. Sedikit ber korban demi kebahagiaan pasangan wujud cinta juga bukan?
Hari 2: Tangani Keluhan dan Bibit Konflik Dengan Tegas
Setelah Anda saling mengenali kembali, dalam usaha untuk kembali saling memahami tentu pergesekan kepentingan tidak dapat dihindari. Terlebih jika ditambah dengan gangguan dari luar. Mengeluh akan memberikan energi negatif, sementara energi negatif cenderung menyebar dengan cepat dan berkembang menjadi bibit konflik. Salah satu dari Anda sebaiknya segera mencegah penyebarannya dengan mengatakan bahwa perilaku tersebut (mengeluh dan marah-marah) tidak dapat diterima. Redam kekesalannya dengan kata-kata atau sikap lembut Anda. Kata-kata lembut yang keluar dari mulut orang yang saling mencintai sangatlah kuat, bahkan dipercaya membuka pintu keintiman yang lebih lanjut.
Hari 3: Kontak Mata
Hal sepele yang mungkin acapkali Anda abaikan. Coba ingatingat seberapa sering Anda mengoper benda yang ia minta sambil melakukan aktivitas rumah tangga. Atau berapa kali Anda kesal karena pasangan menjawab per tanyaan Anda tanpa melepaskan pandangannya dari layar laptop atau koran yang ia baca. Kontak mata adalah komu nikasi nonverbal yang penting dalam menyampaikan pesan dan perasaan. Tatapan mata mencerminkan isi hati dan pikiran seseorang. Melalui kontak mata Anda dapat saling melihat apakah pasangan sungguh memperhatikan apa yang Anda katakan. Adanya keterbukaan, hangatnya hubungan dan dekatnya keterikatanpun ditunjukkan oleh kontak mata. Masih mau mengabaikannya?
Hari 4: Perhatikan Penampilan
Jika Anda selalu ingin tampil menarik dan menawan setia keluar rumah. Mengapa tidak mempersembahkan penampilan terbaik Anda pada orang terkasih? Gantilah daster butut Anda dengan pakaian casual yang lebih terlihat modis. Pasangan pun dapat mengganti singlet belel dengan kaos oblong yang tak kalah gaya. Jangan lupa memperhatikan kebersihan diri. Tetaplah mandi teratur, tidak malas-malasan, meski hari libur. Siapa tak suka melewatkan hari bersama orang tercinta yang tampil wangi dan segar? Penampilan yang terjaga membuat mood Anda berdua pun terasa lebih baik. Aura positif pun akan menyeruak. Jika pemandangan di dalam sudah begitu menggairahkan, tak ada alasan untuk jelalatan lagi di luar bukan?
Hari 5: Jangan Pelit Memuji
Kesegaran penampilan dan perbaikan sikap yang ditunjukkan menimbulkan ketertarikan baru. Bibit gairah kembali muncul. Mengapa tidak Anda ungkapkan dengan jujur? Biar kan pasangan tah betapa Anda masih bahkan semakin mencintainya. Pujian menunjukkan adanya dukungan dari pasangan. Dukungan dan kepercayaan menyeluruh memberikan dorongan dan kepercayaan diri untuk terus memelihara sikap dan perilaku baru, seperti yang diharapkan pada hari pertama. Banyak ungkapan pujian yang dapat dilakukan, mulai katakata, kecupan mesra, hingga hadiah kecil. Biarkan pasangan tahu ketika Anda menghargai usaha yang mereka telah lakukan. Hidupkan kembali surat atau sms cinta. Tak perlu malu, toh hanya Anda berdua yang tahu.
Hari 6: Kamulah (Kembali) Nomor Satu
Semasa pacaran dahulu. Pasangan Anda adalah yang nomor satu bukan? Saat menikah, Anda berdua berubah menjadi tim untuk membangun keluarga. Fokus Anda berdua pun berubah. Anakanak pun butuh diperhatikan, begitu pula orangtua dan mertua. Tetapi semua ada porsinya masing masing, hindari pengabaian terhadap seseorang karena alasan yang lain. Misalnya saja, jangan hanya mengirim pesan pendek untuk menanyakan apakah si kecil sudah dijemput atau belum, tapi tanyakan juga apakah pasangan Anda sudah makan siang atau sedikit membahas rencana kecilnya hari ini. Tetaplah terkoneksi meski lewat halhal sederhana.
Hari 7: Raih Mimpi Bersama
Aksi “pendekatan” telah dilakukan,kini saatnya “melamar” kembali. Pergilah keluar untuk nonton atau makan malam berdua saja. Nyatakan kembali betapa Anda cinta padanya. Bicaralah dari hati ke hati tentang impian masa depan yang ingin Anda berdua raih. Pasangan yang harmonis tidak akan kehilangan fokus untuk bekerja sama meraih impian. Temukan kembali mimpi bersama yang pernah Anda bangun, perhatikan apakah mimpi itu masih sama atau waktu telah mengubahnya tanpa disadari. Jika mimpi itu justru telah Anda jalani, jangan takut membangun mimpi baru. Tantangan baru akan memelihara kekompakan dan mempererat hubungan Anda berdua.
|