Loading
 
Username
Password
Save
E-mail
E-mail
Name:
Username
Password
again..
E-mail
 
 
 
Latest Message: 1 day, 21 hours ago
  • Sesillia Amb : Hi salam kenal to all...new mmeber nih...pliss share info info ya..trims...
  • nilam setiaw : hii.. gw baru gabung... mau nanya,, knp siyh artikel nya lama2 semua.. terbitan yg baru gak ada gtu??
  • nilam setiaw : hii.. gw baru gabung... mau nanya,, knp siyh artikel nya lama2 semua.. terbitan yg baru gak ada gtu??
  • Aulia Audra : Hi.. salam kenal, wah thanks ya dah bisa gabung di sini, nice web, tapi kok coba gabung mailing list masih belum bisa ya?? Thanks GH
  • merlyn : Thanks deh GH buat websitenya...
  • Dorra Rustam : Mbak Dian, wow amazing lho websitenya. 2 jempol deh buat GH. Keep up the good work ya..
  • Aditya Fajar : Halo GH, saya coba join mailing list, kok ngga bisa ya?
  • budiana : halo ibu2.... salam kenal ya... ini Budiana pemimpin redaksi GH. terima kasih sdh mampir ke sini.... Buat Mbak Setyowatie, bln desember lalu kami buat acara di Surabaya mbak. Di Resto Nine. Segera akan dibuat lagi... jgn khawatir... :D
  • dinda : TERIMA KASIH
  • dinda : DINDA

Only registered users are allowed to post

 
Feed Now
Goodhousekeeping.co.id
Fans Box

The Best Media Choice

  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
 
  • Good Housekeeping
  • Good Housekeeping
  • Good Housekeeping
  • Good Housekeeping
  • Good Housekeeping
Good Advice - Goodhousekeeping.co.id
Jangan Menyerah! Jangan Putus Asa!
Tuesday, 09 March 2010 18:05

Anda ingin naik gaji? Ingin lebih diperhatikan oleh keluarga? Ingin anak buah di kantor lebih menghormati Anda? Ada caranya!

Sering kali dalam kehidupan, kita tidak bisa memeroleh apa yang kita inginkan. Apalagi, dengan segala keterbatasan dan tanggung jawab kita sebagai perempuan yang juga berperan sebagai istri dan ibu. Kekhawatiran dianggap egois bila terlalu memaksakan kehendak kerap membuat kita mengalah dan akhirnya melepaskan keinginan kita, atau bahkan mengorbankan apa yang sesungguhnya menjadi hak kita. Sudah bukan zamannya lagi perempuan hanya bersikap pasif, pasrah dan menyerah. Bila Anda yakin Anda pantas mendapatkan sesuatu, Anda harus berjuang untuk mendapatkannya. Lebih baik bila Anda mengetahui strategi untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan!

Ingin Kenaikan Karier dan Gaji

Bila Anda telah melaksanakan tugas Anda sebagai karyawan dengan sebaik-baiknya, pertama-tama yang harus Anda lakukan adalah menuliskan daftar apa saja yang telah Anda lakukan untuk memajukan perusahaan tempat Anda bekerja, terutama yang berhubungan dengan pekerjaan dan yang menjadi wilayah pertanggungjawaban Anda. Gunakan daftar tersebut sebagai bahan penilaian bagi diri sendiri, supaya Anda bisa memformulasikan langkah Anda selanjutnya. Jangan lupa, tuliskan juga kelemahan-kelemahan Anda saat bekerja, misalnya datang terlambat sebanyak kira-kira 3 kali dalam sebulan, beberapa kali absen karena harus menemani anak-anak saat mereka sakit di rumah, serta beberapa kali sakit karena kelelahan. Setelah itu, mintalah waktu kepada atasan untuk membicarakan mengenai arah karier Anda. Bicaralah dengan sikap dan bahasa yang baik, sopan, dan percaya diri. Hindari sikap kasar dan memaksa, apalagi mengancam akan meninggalkan pekerjaan. Kemukakan nilai gaji yang Anda minta atau kenaikan karier yang Anda inginkan, sambil berikan tawaran bahwa Anda tetap bersedia menerima tanggung jawab lain, kemudian bandingkan dengan standar yang berlaku di pasaran.

Bila atasan melihat Anda adalah aset penting, ia pasti mempertimbangkan penawaran Anda. Lebih baik mempertahankan Anda daripada harus mencari pengganti yang meski lebih ekonomis, tapi belum tentu lebih baik. Bagaimana bila atasan tidak memberikan respon positif? Pertimbangkan langkah yang harus Anda lakukan bila atasan tidak menerima permintaan Anda dengan berbagai alasan. Cari alternatif penyelesaian yang memuaskan hati Anda. Jangan bebani diri Anda dengan perasaan bersalah, apalagi mengasihani diri Anda sendiri. Yakinkan diri sendiri bahwa Anda berharga dan memang pantas mendapatkan kenaikan jabatan atau gaji.

Di Dalam Keluarga

Tinggal di rumah mertua seringkali membuat Anda merasa terjepit. Anda harus mengurus anak-anak, sementara mertua meminta Anda menemaninya dan pembantu tidak bisa meninggalkan pekerjaan rumah tangganya. Apa yang harus Anda lakukan? Masalah seperti ini bisa diantisipasi dengan melibatkan suami. Pertama-tama, ungkapkan kekhawatiran kepada suami, dengan tenang dan kepala dingin. Jelaskan bahwa anakanak harus sekolah keesokan harinya dan Anda takut tidak mengajarkan kedisiplinan kepada mereka. Kemudian, mintalah suami membicarakannya secara baik-baik pada orangtuanya.

Dalam hal berkoordinasi dengan pembantu rumah tangga, perhatikan bila mereka tengah memiliki waktu luang dan mintalah bantuan kepada mereka pada saat itu. Utarakan kebutuhan dengan strategi yang tepat. Anda akan sadar bahwa Anda bisa berkomunikasi secara lebih baik dengan semua orang.

Mengatasi Pegawai

Pegawai Anda sering datang terlambat, terlalu lama bergosip di telepon atau bahkan tidak datang dengan alasan tidak jelas? Bisa saja pegawai Anda merasa takut minta izin kepada Anda karena takut Anda tak akan memberi. Bila Anda memiliki masalah seperti ini, Anda harus mengajak pegawai Anda bicara dalam suasana santai dan tidak formal, serta memintanya untuk memberitahukan kepada Anda bila suatu saat ia membutuhkan libur, kecuali dalam keadaan yang sangat darurat dan mendesak. Katakan kepada pegawai Anda bahwa Anda sangat mengerti bahwa semua orang membutuhkan libur sesekali.

Bersamaan dengan itu, tambahkan pula peraturan, bila ia tidak masuk tanpa pemberitahuan sebelumnya, Anda harus memotong gajinya. Pembicaraan seperti itu bisa menghilangkan ketakutan pegawai Anda ditolak oleh Anda, dan bisa membuatnya bekerja dengan lebih baik lagi.

Mengenai kerja lembur pada hari Minggu, berlakulah adil dengan mengatakan kepada pegawai Anda bahwa Anda akan memberi tambahan uang untuk waktu lembur tersebut. Janjikan bahwa Anda tidak akan memintanya kerja lembur secara mendadak dan akan memberitahukan kepadanya jauh-jauh hari, supaya ia juga bisa mengatur rencananya dari jauh hari.

Dalam Hubungan Pribadi

Mungkin Anda perlu waktu untuk diri Anda sendiri. Atau Anda menginginkan sebuah pengalaman seksual yang lebih menantang bersama pasangan? Bila itu yang Anda inginkan, yang Anda butuhkan hanya meminta. Anda pasti berhasil, tergantung dari sikap dan pemilihan waktu yang tepat. Strategi: Konon, menyambut suami sepulang kerja dengan segelas teh, lalu menunggunya bersantai sejenak sebelum mengungkapkan apa keinginan terpendam, bisa melancarkan komunikasi antara suami dan isteri. Memang, patut dicoba. Dengan tambahan beberapa tip berikut:

♥Utarakan keinginan Anda secara langsung dan spesifik, jangan berikan kesan tidak jelas, atau malah terkesan memaksa. Misalnya: “Sabtu ini, saya mau seharian di spa” atau “Saya ingin kita berlibur berdua saja untuk beberapa hari, bisakah kamu mengatur cuti kerja?”

♥ Untuk memuaskan keinginan seksual Anda, coba berinisiatif dengan mengatur sebuah perawatan spa di rumah, lengkap dengan lilin-lilin beraroma, makanan, bantal-bantal empuk, dan perawatan tubuh yang memanjakan, seperti pijatan lembut yang Anda lakukan sendiri. Gabungkan semua itu dengan musik yang indah dan minuman wine yang nikmat. Hmm, menantang kan? Coba saja dan tak perlu ragu lagi untuk melakukan eksplorasi-eksplorasi yang Anda bayangkan sejak dulu.

♥Hindari perang batin di dalam diri Anda. Sekali-kali Anda harus berani mengambil risiko dan mengungkapkan apa yang Anda idam-idamkan. Jangan ragu. Sekali Anda melakukan itu, mungkin Anda akan dibuat terkesima dengan hasilnya. Utarakan saat mood pasangan sedang baik (perhatikan pula bila ia sedang ada masalah), serta dengan sikap yang baik, pasangan pasti akan bersedia mendengarkan dan mempertimbangkan apa pun yang Anda inginkan. Namun, jangan pula terlalu memaksakan pasangan untuk menerima permintaan Anda. Ingatlah, bahwa di dalam suatu hubungan, kita harus selalu saling memberi dan menerima dengan seimbang.

 
2010: Tahun Baru = Karier Baru?
Friday, 15 January 2010 15:15

Karier mandeg, penghasilan stagnan. Hanya itukah yang patut dijadikan alasan untuk pindah kerja? Pertimbangkan dengan matang, jangan sampai Anda salah melangkah.

Dengan jumlah pengangguran terdidik, yang kian bertambah dari tahun ke tahun, memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tidaklah mudah. Persaingan semakin ketat, fresh graduate pun kini memiliki kesempatan sama untuk bersaing dengan para seniornya, termasuk Anda. Jika pekerjaan sekarang tidak lagi memberikan timbal balik yang memuaskan, pindah kerja memang dapat dipertimbangkan. Tapi tunggu dulu, sebelum menyesal tergesa melangkah, ulasan berikut semoga membantu Anda mengambil keputusan tepat.

Andin Andiyasari, konsultan karierdari www.konsultankarir.com, menyarankan sebelum Anda memutuskan pindah kerja, sebaiknya Anda membedakan antara kebosanan dengan kebutuhan untuk pindah. “Jika Anda masih memiliki rasa tertantang akan pekerjaan, artinya belum saatnya pindah kerja,” jelas Andin.

Kebosanan yang tidak menghilangkan minat akan substansi pekerjaan cukup diatasi dengan cuti panjang atau menyibukkan diri dengan hobi, hingga Anda merasa segar dan kembali bersemangat. Sebaliknya jika Anda merasa kehilangan minat, tidak lagi tertantang, tidak tumbuh dan berkembang di posisi Anda sekarang, bisa jadi inilah saat tepat berburu pekerjaan baru bahkan profesi baru.

Bukan sekadar penghasilan lebih
Tertarik akan penghasilan yang lebih besar, Dini, 30, menerima tawaran menjadi supervisor di sebuah perusahaan makanan ringan terkemuka. Selang tiga bulan berjalan, ia merasa makin tidak cocok dengan pekerjaan barunya. Aturan yang kaku, lokasi kantor yang jauh, hingga pekerjaan yang membuatnya harus lembur hampir setiap malam, menjadi ganjalan.

“Pekerjaan sebelumnya di perusahaan entertainment, meski gajinya lebih kecil dan posisi saya hanya staf, tapi saya lebih bahagia,” sesalnya.

“Pindah kerja, meski mendapat posisi yang lebih tinggi, tetap saja berarti Anda memulai segalanya dari awal. Anda kembali menyesuaikan diri dengan pekerjaan, tanggung jawab, dan lingkungan baru. Andin mengingatkan agar sebelum menerima tawaran pindah kerja, Anda mempertimbangkan banyak hal.

“Pertama, sebagai pekerja Anda menghabiskan waktu setidaknya delapan jam sehari. Apakah sepertiga waktu Anda setiap harinya akan terpuaskan dengan pilihan Anda? Kedua,apa tujuan Anda bekerja? “Tertarik iming-iming gaji besar umumnya adalah alasan utama sebagian besar orang hengkang ke kantor baru. Tapi motivasi bekerja kan banyak, ada yang ingin membangun relasi, melakukan aktualisasi diri, dan sebagainya,” jelas Andin. “Yang terpenting kan bagaimana menikmati dan terpuaskan oleh pekerjaan. Dengan terpuaskan, secara otomatis Anda akan berdedikasi, karier dan penghasilan pun akan meningkat dengan sendirinya.”

Hal yang sering melenakan adalah tawaran pekerjaan baru dari perusahaan bonafid. “Hal-hal yang tidak mengenakkan dapat terjadi di perusahaan paling terkenal sekali pun.

Perusahaannya mungkin lebih bagus, tapi pekerjaannya sendiri belum tentu,” ingat Andin. Meski posisinya sama, misalnya sama-sama sekretaris, namun di perusahaan berbeda dapat berarti cakupan tanggung jawab yang lebih luas bahkan lebih rumit.

“Orang yang paling tidak berbahagia adalah mereka yang menghampiri pekerjaan yang mereka benci karena membutuhkan uangnya,” ungkap Mark Sanborn penulis The Fred Factor Rahasia Karier Sukses Hidup Bahagia. ”Mengapa tidak pergi ke pekerjaan yang Anda cintai sekaligus Anda
butuhkan uangnya?” ujar Sanborn.

Pindah kerja atau alih profesi?
Dwianti, 32, bekerja sebagai sekretaris selama bertahun-tahun. Karena sering terlibat dalam event perusahaan  ia tertarik dengan tawaran pekerjaan menjadi staf event promotion di perusahaan lain. “Pekerjaan itu sepertinya menantang jiwa kreativitas saya yang lama terpendam, namun saya takut tidak berhasil,” ujarnya.

Alih profesi artinya ada perubahan jalur karier. “Biasanya ada sesuatu di profesi lama yang tidak dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi dalam dirinya,” ujar Andin. Alih profesi membutuhkan pertimbangan yang mendalam. Selain umumnya harus memulai karierdari nol, untuk beberapa profesi tertentu, usia menjadi masalah. “Kadang perusahaan sulit menerima pegawai baru yang usianya di atas standar mereka,” kata Andien. Namun, jangan menyerah. “Sekarang tinggal bagaimana cara Anda mencari peluang dan berupaya mengembangkan diri untuk mencapai yang Anda inginkan,” tambah Andin. Temukan pengalaman di pekerjaan lama yang akan memberikan nilai tambah untuk profesi baru Anda dan segeralah menambah keterampilan yang belum Anda miliki untuk memasarkan diri dengan lebih maksimal.

Jika tidak berani pindah? “Keinginan mendapat pekerjaan yang sesuai harus dimulai dengan keberanian mengambil risiko,” ujar Andin. Anda dapat meminimalisasi risiko. Misalnya jika ingin wirausaha, jalani dulu sebagai pekerjaan sampingan tanpa melepaskan pekerjaan utama. Ini memberi Anda kesempatan mengasah kemampuan bisnis sebelum benarbenar terjun ke dalamnya.

Jangan sampai Anda mematikan mimpi sebelum mencobanya. Bekerja tanpa panggilan hati akan sulit mencapai sukses karier. “Misalnya seorang akuntan yang ingin menjadi penulis tapi tidak berani memulai, alhasil ia hanya menjadi akuntan yang biasabiasa saja, sementara jadi penulis pun tidak kesampaian. Siapa yang rugi kalau begitu?” ungkap Andin. Mungkin bisa dipertimbangkan pendapat Mark Sanborn, ”Meski tidak semua perubahan itu baik, tetap menjadi sama dari waktu ke waktu juga tidak baik. Jika Anda ingin tumbuh dan berkembang, yang perlu dilakukan hanyalah merengkuh peluang untuk memperbarui diri Anda.”

 
Nilai Jual Barang Antik
Wednesday, 16 December 2009 18:20

Kami sekeluarga baru saja menerima warisan barang antik berupa furnitur dan pernak-pernik dari orangtua. Kami kebingungan untuk merawat dan memeliharanya karena keterbatasan ruang, dan kami berniat untuk menjualnya. Bagaimana kami menentukan harga dasar untuk barang-barang antik? Ke mana kami harus menjualnya? Apakah ke pasar loak atau menunggu pecinta barang antik saja? Apa pertimbangannya? Apa keuntungan dan kerugian menjual di pasar loak? Bagaimana agar barang tersebut tetap terlihat menarik dan memiliki nilai jual tinggi? Barang-barang antik umumnya memiliki nilai khusus karena langka, unik atau memiliki nilai sejarah. Untuk menjualnya, pertama-tama Anda harus menentukan harga jual dari barang antik tersebut. Menetapkan harga jual untuk barang-barang antik memang agak sulit, karena sangat bergantung pada peminatnya. Bila barang-barang antik tersebut ternyata banyak dicari orang, maka harga menjadi nomor dua, karena orang berlomba memilikinya. Tetapi jika barang antik tersebut kurang populer di pasaran dan sedikit dicari orang, maka penentuan harga menjadi sangat penting.

Untuk mencari tahu apakah barang-barang antik peninggalan orang tua memiliki nilai jual yang tinggi, Anda dapat mengumpulkan informasi dari dunia maya. Kalau memang barang-barang antik tersebut populer dan me- miliki nilai jual di pasar, maka Anda bisa melihat contoh barang dan perkiraan harganya di internet. Jika ingin menjual barang antik melalui pasar, Anda dapat mengunjungi pasar di sekitar BSD, Tangerang, yang disebut Pasar Flohmak. Pasar ini buka tiap Sabtu dan Minggu, pukul 07.00-17.00. Pasar Flohmak punya sekre- tariat yang buka setiap hari di Granada Square, BSD.

Jika ingin menjual dengan cepat, pasar barang antik adalah pilihan tepat, sebab pasar menyediakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Pasar khusus barang bekas dan koleksi barang antik akan didatangi konsumen yang benar-benar tertarik pada barang-barang bekas maupun barang antik. Di sinilah Anda akan cepat menemukan pembeli yang tertarik terhadap barang Anda. Jika Anda perlu berdiskusi mengenai barang antik, Anda dapat mengirimkan email ke alamat: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

 
7 Hari Untuk Pacaran Kembali
Wednesday, 16 December 2009 17:49

Anda risau karena waktu merajut kasih tersita oleh upaya membesarkan buah hati dan tekanan memenuhi kebutuhan hidup?

 

Hari 1: Mengenal Kembali

Waktu merambat mengikis gairah membara yang pernah ada di antara Anda dan pasangan. Sebelum terlanjur layu dan mati, segarkan kembali hubungan Anda dan rasakan kembali gairah layaknya cinta pertama. Caranya? Ada! Cukup satu langkah sehari, dalam seminggu Anda dan pasangan akan kembali merasa seperti pacaran lagi layaknya semasa muda dahulu. Meski telah saling menerima apa adanya, bukan berarti Anda berdua tidak berhak membuat pasangan Anda sedikit berubah menjadi lebih baik. Ajaklah pasangan untuk secara jujur menuliskan kekecewaan dan harapan yang dirasakannya terhadap Anda.

Begitu pula sebaliknya, tulis hal-hal yang selama ini Anda inginkan darinya dan perilaku yang seringkali membuat Anda kesal padanya. Apa pun dapat Anda tuliskan, misalnya kebiasaan pasangan melempar cucian yang selama ini mengganggu dan harapan Anda ia membantu­ pekerjaan ru­mah tangga lebih banyak. Sebaliknya Anda pun harus dapat menerima jika pasangan menu­liskan kekecewaan akan kurang variatifnya masakan Anda dan berharap Anda tidak tenggelam menon ton sinetron sendirian atau­ terlalu asyik dengan si kecil dan mengabaikannya.

Introspeksi sekaligus resolusi se macam ini memandu Anda untuk tidak terlena dengan kenyamanan yang jika dibiarkan dapat bergeser menjadi sikap seenaknya. Setelah bertahun tahun bersama, hobi dan kesukaan pasangan dapat saja telah mengalami perubahan. Dengan melakukan intro speksi, Anda berdua didorong untuk kembali saling mengenal. Menu­liskan resolusi menunjukkan komitmen untuk mencapai sesuatu dengan serius sekaligus memelihar hubungan bersama agar selalu mem baik dari hari ke hari. Memang perlu usaha dan pengorbanan. Sedikit ber korban demi kebahagiaan pasangan wujud cinta juga bukan?

 

Hari 2: Tangani Keluhan dan Bibit Konflik Dengan Tegas

Setelah Anda saling mengenali kembali, dalam usaha untuk kembali saling memahami tentu pergesekan kepentingan tidak dapat dihindari. Terlebih jika ditambah dengan gangguan dari luar. Mengeluh akan memberikan energi negatif, sementara energi negatif cenderung menyebar dengan cepat dan berkembang menjadi bibit konflik. Salah satu dari Anda sebaiknya segera mencegah penyebarannya dengan mengatakan bahwa perilaku tersebut (mengeluh dan marah-marah) tidak dapat diterima. Redam kekesalannya dengan kata-kata atau sikap lembut Anda. Kata-kata lembut yang keluar dari mulut orang yang saling mencintai sangatlah kuat, bahkan dipercaya membuka pintu keintiman yang lebih lanjut.

 

Hari 3: Kontak Mata

Hal sepele yang mungkin acapkali Anda abaikan. Coba ingat­ingat seberapa sering Anda mengoper benda yang ia minta sambil melakukan aktivitas rumah tangga. Atau berapa kali Anda kesal karena pasangan menjawab per­ tanyaan Anda tanpa melepaskan pandangannya dari layar laptop atau koran yang ia baca. Kontak mata adalah komu nikasi nonverbal yang penting dalam menyampaikan pesan dan perasaan. Tatapan mata mencerminkan isi hati dan pikiran seseorang. Melalui kontak mata Anda dapat saling melihat apakah pasangan sungguh memperhatikan apa yang Anda katakan. Adanya keterbukaan, hangatnya hubungan dan dekatnya keterikatanpun ditunjukkan oleh kontak mata. Masih mau mengabaikannya?

 

Hari 4: Perhatikan Penampilan

Jika Anda selalu ingin tampil menarik dan menawan setia keluar rumah. Mengapa tidak mempersembahkan penampilan terbaik Anda pada orang terkasih? Gantilah daster butut Anda dengan pakaian casual yang lebih terlihat modis. Pasangan pun dapat mengganti singlet belel dengan kaos oblong yang tak kalah gaya. Jangan lupa memperhatikan kebersihan diri. Tetaplah mandi teratur, tidak malas-malasan, meski hari libur. Siapa tak suka melewatkan hari bersama orang tercinta yang tampil wangi dan segar? Penampilan yang terjaga membuat mood Anda berdua pun terasa lebih baik. Aura positif pun akan menyeruak. Jika pemandangan di dalam sudah begitu menggairahkan, tak ada alasan untuk jelalatan lagi di luar bukan?

 

Hari 5: Jangan Pelit Memuji

Kesegaran penampilan dan perbaikan sikap yang ditunjukkan menimbulkan ketertarikan baru. Bibit gairah kembali muncul. Mengapa tidak Anda ungkapkan dengan jujur? Biar kan pasangan tah betapa Anda masih bahkan semakin mencintainya. Pujian menunjukkan adanya dukungan dari pasangan. Dukungan dan kepercayaan menyeluruh memberikan dorongan dan kepercayaan diri untuk terus memelihara sikap dan perilaku baru, seperti yang diharapkan pada hari pertama. Banyak ungkapan pujian yang dapat dilakukan, mulai kata­kata, kecupan mesra, hingga hadiah kecil. Biarkan pasangan tahu ketika Anda menghargai usaha yang mereka telah lakukan. Hidupkan kembali surat atau sms cinta. Tak perlu malu, toh hanya Anda berdua yang tahu.

 

Hari 6: Kamulah (Kembali) Nomor Satu

Semasa pacaran dahulu. Pasangan Anda adalah yang nomor satu bukan? Saat menikah, Anda berdua berubah menjadi tim untuk membangun keluarga. Fokus Anda berdua pun berubah. Anak­anak pun butuh diperhatikan, begitu pula orangtua dan mertua. Tetapi semua ada porsinya masing­ masing, hindari pengabaian terhadap seseorang karena alasan yang lain. Misalnya saja, jangan hanya mengirim pesan pendek untuk menanyakan apakah si kecil sudah dijemput atau belum, tapi tanyakan juga apakah pasangan Anda sudah makan siang atau sedikit membahas rencana kecilnya hari ini. Tetaplah terkoneksi meski lewat hal­hal sederhana.

 

Hari 7: Raih Mimpi Bersama

Aksi “pendekatan” telah dilakukan,kini saatnya “melamar” kembali. Pergilah keluar untuk nonton atau makan malam berdua saja. Nyatakan kembali betapa Anda cinta padanya. Bicaralah dari hati ke hati tentang impian masa depan yang ingin Anda berdua raih. Pasangan yang harmonis tidak akan kehilangan fokus untuk bekerja sama meraih impian. Temukan kembali mimpi bersama yang pernah Anda bangun, perhatikan apakah mimpi itu masih sama atau waktu telah mengubahnya tanpa disadari. Jika mimpi itu justru telah Anda jalani, jangan takut membangun mimpi baru. Tantangan baru akan memelihara kekompakan dan mempererat hubungan Anda berdua.

 
Cara Menghitung Aset
Thursday, 12 November 2009 17:45

T: Bisnis restoran keluarga saya mengalami kerugian besar. Untuk menutupi kerugian, suami menyarankan agar menjual sebagian aset perusahaan. Bagaimana cara menghitung aset? Jenis aset seperti apa yang dapat dijual tanpa mengganggu operasional restoran? Sebab saya masih ingin mempertahankan usaha tersebut.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3
 

Rahasia Tampil Lebih Muda

Selain dengan dukungan skin care yang tepat, cara membuat penampilan tampak lebih muda adalah dengan bantuan riasan yang tepat. Jika jeli, pilihan war...
 

Bandang Bandeng

Ikan Bandeng ukuran besar adalah simbol kemakmuran, tak pernah terlupakan dalam sajian menu Imlek. Dalam bahasa Cina, ikan sama pengucapannya dengan h...
 

Jangan Menyerah! Jangan Putus Asa!

Anda ingin naik gaji? Ingin lebih diperhatikan oleh keluarga? Ingin anak buah di kantor lebih menghormati Anda? Ada caranya!

Sering kali da...
         

Hunian Berbunga

Meskipun hari kasih sayang telah berlalu, tak ada salahnya menata bunga sendiri untuk menghias kediaman Anda.

 

Dana Darurat

Hidup penuh risiko, Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Sedia payung sebelum hujan memang nasiha...
 

Pisces

Jangan selalu menyalahkan diri sendiri. Karier&Keuangan: Tidak susah kok mengatur anggaran keuangan. Fashion&Beauty: Bangle masih menjadi pilihan untu...
         
 
 
About UsContact UsJoint to Mailing List SubcribeAdvertiseRecommended LinksTerms & Conditions
MRA MEDIA GROUP - Good Housekeeping Indonesia
Copyright © 2009